10 Cara Meningkat Kecepatan Komputer

Diposting oleh Mr.X on Minggu, 21 Oktober 2012

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfmLDwKBzeTQCQ6-gu3638MtA1obJbxfcbtBnZalOa_jHqyHgPIHby4vfClK9qoWeLxM4WAsR-At16LIBMhIrlrsTGtVhD8bSbPvCWsbWbCgLnySBD0kDrXOEpyy_xUMDpI4XpFb2NWi-o/s1600/internet-lambat.jpg
 
Mr.X-bLank - 1. Update BIOS
Tips pertama yang akan kami bagikan adalah meng-update BIOS sahabat. Tahu BIOS kan? BIOS singkatan dari Basic Input Output System yang merupakan komponen dasar dari suatu sistem untuk melakukan pekerjaan dasar. Nama lain dari BIOS adalah firmware. Biasanya istilah firmware digunakan untuk perangkat mobile. Meng-update BIOS adalah cara yang dapat meningkatkan performa komputer, memperbaiki bug, ataupun penambahan fitur baru. Bila sahabat bingung untuk melihat versi BIOS yang digunakan, lihatlah pada layar monitor sahabat saat booting ataupun dengan program untuk membaca versi BIOS lalu kunjungi situs dari produsen BIOS sahabat untuk melihat apakah ada upgrade ataupun perbaikan.

2. Disable Perangkat
Sahabat dapat mempercepat proses booting dengan mematikan perangkat motherboard yang tidak Anda gunakan seperti sound card, video card onboard, port jaringan tambahan, dsb. Jika tidak yakin, coba lihat di BIOS apakah ada menu "Integrated Peripherals"? Jika ada, pilih menu itu dan Anda dapat mencari opsi yang sahabat butuhkan ataupun tidak dibutuhkan. Setelah masuk ke Windows, buka Device Manager (devmgmt.msc), cari perangkat lainnya yang tidak digunakan, klik kanan, dan pilih Disable untuk menghemat memory resource Anda. Namun perlu diperhatikan bahwa sahabat harus berhati-hati saat melakukan disable. Karena jika salah melakukan disable, bisa saja komputer sahabat tidak mau restart ataupun tidak dapat menyala. Jika masih ragu, cari informasinya di Internet ataupun biarkan saja.

3. Percepat Booting
Setelah kita tadi mengoptimalkan BIOS, maka proses boot akan lebih cepat. Matikan pengetesan memory extended karena tidak berguna, lalu nyalakan QuickBoot atau FastBoot (nama tergantung dari vendor pembuatnya) untuk mendapatkan sedikit tambahan kecepatan. Selanjutnya, cari urutan boot (biasanya ada menu Boot atau Startup|Boot). Dan pastikan urutan pertamanya adalah harddisk sahabat agar tidak perlu mencari-cari perangkat lain yang akan memakan waktu cukup lama. Jika komputer sahabat sedang rusak dan membutuhkan Live CD (biasanya pengguna Linux), sahabat bisa merubahnya untuk sementara dan jangan lupa rubah lagi ke semula saat selesai menggunakan Live CD.

4. Jangan Cek USB
Jika sahabat memasang drive USB ke komputer dan urutan boot-nya sebelum harddisk, maka komputer sahabat akan memberi waktu ke drive untuk inisialisasi sebelum mengecek apakah drive USB itu bootable atau tidak. Apa itu bootable? Bootable adalah jika flashdisk sahabat terisi sistem operasi (seperti Linux), maka flashdisk sahabat itu disebut bootable. Jika tidak, maka tidak bootable. Program yang dapat membuat flashdisk sahabat menjadi bootable adalah Unetbootin. Dan pada beberapa BIOS kadang disebut USB Mass Storage Delay, dan sahabat dapat mengaturnya. Contohnya dari komputer yang saya pakai adalah Acer, maka kami tinggal masuk ke BIOS dan tinggal rubah urutan bootingnya menjadi harddisk.

5. Overclock CPU
Pengertian overclock adalah menambahkan kecepatan atau performa. Dengan meng-overclock CPU, maka performa komputer sahabat akan meningkat sekitar 10-20%. Namun, ini cukup beresiko karena dengan kecepatan yang tinggi, secara otomatis lebih banyak daya listrik yang digunakan dan panas yang akan bertambah. Jadi jangan lakukan ini, kecuali sahabat siap menerima resikonya. Jika yakin, jalankan setup BIOS, dan cari setting untuk overclocking (biasanya di menu Advanced). Pilihan dan nama bergantung pada spesifikasi hardware yang sahabat punya. Pada dasarnya, naikkan sedikit saja frekuensi dari CPU dan memory. Boot sistem, dan tes dengan software seperti memtest86+ dan OCCT. Kedua software ini berguna untuk memastikan apakah semuanya baik-baik saja ataukah malah menjadi hang. Jika memang baik-baik saja, coba naikkan sedikit lagi. Jika terjadi hang, maka turunkan frekuensi atau naikkan tegangan (tegangan memory Vcore), yang akan membuat komputer sahabat sedikit lebih cepat (meskipun bisa membuat komponen hangus). Jika ingin lebih tahu tentang overclocking, sahabat bisa mengunjungi forum Extreme Overclocking atau cari di Mbah Google. Tapi jika processor komputer sahabat Intel Core2Duo atau Corei7, coba lihat di BIOS apakah ada setting "Intel Dynamic Acceleration" atau "Turbo Mode", dan pastikan statusnya aktif. Setting ini otomatis akan meng-overclock satu core, dan mematikan core lainnya sehingga meningkatkan performa single-thread.

6. Bersihkan Kipas Komputer
Bagian yang satu ini sering luput dari para pengguna komputer untuk dibersihkan. Padahal, seiring waktu, kipas dan ventilasinya akan tertutup debu, rambut, dan kotoran lainnya. Jika sistem panas, fan akan bekerja lebih keras dari biasanya. Dan jika fan terhambat kotoran, maka kecepatan putar fan tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga akan membuat processor menjadi panas. Untuk itu bersihkanlah kipas pada CPU Anda dan rasakan perbedaannya walaupun hanya sedikit.

7. Overclock Video Card
Cara ini sama seperti langkah tentang overclock CPU. Jika sahabat sudah membacanya, pasti sahabat sudah mengetahui kelebihan dan kelemahannya. Begitupun dengan overclock video card. Dengan meng-overclock video card, sahabat bisa meningkatkan kualitas tampilan game yang sahabat punya. Caranya bervariasi. Biasanya vendor video card macam nVIDIA atau ATi sudah menyiapkan program untuk overclock video card buatan masing-masing vendor itu. Tentu dengan cara yang lebih aman ketimbang cara manual. Untuk overclock nVIDIA caranya:

- Klik kanan pada desktop, pilih nVIDIA Control Panel, Adjust GPU setting, Custom clock frequencies.
-Cari Core bus and memory bus, lalu naikkan angkanya sedikit demi sedikit dan cek apakah semua baik-baik saja atau malah terjadi hang.
-Jika masih aman, naikkan lagi. Sebaliknya jika terjadi hang, turunkan nilainya.

Sahabat bisa membaca informasi lebih lanjut tentang overclocking nVIDIA dan ATi di TweakGuides. Overclock video card juga dapat dilakukan lewat BIOS. Cari fitur yang bernama PEG link mode. Jika sahabat tidak melakukan overclocking yang terlalu ekstrem, set pilihannya ke paling tinggi (biasanya Faster) dan rasakan perbedaannya.

8. Edit BIOS Video Card
Ini merupakan cara yang lebih advanced dari cara pertama tadi. Dan tentu saja resikonya pun cukup tinggi. Bahkan bisa dibilang ini merupakan cara yang dapat meningkatkan performa komputer dengan cepat, sekaligus cara tercepat untuk merusak video card sahabat. Dan kami tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi pada sahabat. Tertarik dengan tantangannya? Jika ya, download Nibitor dan kemudian jalankan.

- Klik Tools, Read BIOS, Select device, pilih video card yang sahabat gunakan, dan klik Ok.
- Lalu klik Tools, Read BIOS, Read into Nibitor untuk mulai mengedit.
- Klik tab Clockrate, dan ubah nilai yang sahabat inginkan. Atur setting lainnya, klik File, Save, dan
- Gunakan tool NVFlash untuk meng-update video card sahabat. Sahabat bisa mengunjungi Mkvtech.net untuk informasi lebih lanjut

9. Tingkatkan Clock GMA
GMA itu singkatan dari Graphics Media Accelerator. Biasanya benda ini disatukan dengan processor dari Intel. Berfungsi sebagai VGA onboard. Jadi kalau sahabat komputernya tidak memiliki VGA seperti ATi atau nVIDIA, maka VGA onboard-lah yang setia mendampingi sahabat saat bermain game. Kebanyakan vendornya dari Intel (bukan intelejen ya).
Mungkin GMA ini kurang memuaskan bagi para gamer yang tidak punya dana untuk membeli VGA dan pasrah dengan VGA onboard. Tapi seringkali juga mengeluh. Namun ada beberapa GMA yang bisa di overclock. Sahabat bisa menggunakan GMABooster sebagai perantara untuk meningkatkan clock dari GMA ini tanpa mengubah tegangan atau stabilitas sistem.


10. Disable Accoustic Mode
Bukan berarti jadi aliran rock atau metal ya. Accoustic Mode ini adalah fitur dari HDD agar HDD berjalan sunyi, tidak ribut. Memang bagus, tapi akan memperlambat kinerja komputer sahabat. Nah, bagi sahabat yang lebih mementingkan kecepatan ketimbang suara harddisk, sahabat bisa merubahnya di BIOS. Caranya, sahabat masuk ke BIOS (ketok-ketok pintu dulu, jangan lupa salam sama BIOS), cari HDD Accoustic Mode. Mungkin ada di bagian Performance dan pastikan diset ke Performance, bukan Quiet.